| Daftar | Masuk |
Headlines News :
.

Sadis! Dua Gadis India Diperkosa Dan Digantung Di Pohon Mangga



India, Sekelompok laki-laki, termasuk diantaranya seorang polisi, diduga memperkosa dan membunuh dua perempuan remaja bersaudara di sebuah pedesaan di India kemudian menggantung tubuh mereka di sebuah pohon. Ini seperti dikatakan pihak berwenang Negeri Sungai Gangga itu kemarin.

Para penduduk desa menemukan kedua gadis itu, berusia 14 tahun dan 15 tahun, tergantung di sebuah pohon mangga beberapa jam setelah mereka menghilang di dekat rumah mereka di Desa Katra di Negara Bagian Uttar Pradesh.

Keduanya saat itu diketahui hendak pergi ke ladang sebab tidak ada toilet di rumah mereka,seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (30/5/2014).

Ratusan penduduk desa yang marah kemudian berkerumun di sekitar pohon itu seharian, melakukan protes diam atas dugaan kelambanan polisi dalam menanggapi kasus ini.

India telah memperketat undang-undang anti pemerkosaan pada tahun lalu dengan membuat para pelaku pemerkosaan terancam hukuman mati, bahkan dalam kasus di mana korban selamat.

Undang-undang baru itu muncul setelah insiden pemerkosaan fatal pada 2012 lalu terhadap seorang wanita 23 tahun di sebuah bus dalam keadaan bergerak di Ibu Kota New Delhi hingga memicu protes secara nasional.

Dalam insiden pemerkosaan terbaru kali ini, sebuah tayangan dari televisi India memperlihatkan bagaimana penduduk desa duduk-duduk di bawah tubuh kedua gadis itu yang terayun akibat diterpa angin, dan mencegah pihak berwenang mengambil tubuh keduanya turun sampai para tersangka ditangkap.

Di tengah laporan yang saling bertentangan, polisi diyakini telah menangkap empat pria dan sedang mencari tiga tersangka lainnya.

Beberapa laporan mengatakan seorang perwira polisi termasuk di antara mereka yang ditahan. Laporan mengatakan dua orang lainnya ditahan. Sedangkan laporan lain menyebut baru satu orang berhasil ditangkap.

Katra terletak sekitar 300 kilometer sebelah barat daya dari ibu kota Negara Bagian Uttar Pradesh, Lucknow.

"Dari hasil autopsi mengkonfirmasi kedua gadis itu telah diperkosa oleh sekelompok pria dan dicekik sebelum digantung," kata Inspektur Polisi Atul Saxena.

Penduduk desa menuduh kepala dari kantor polisi setempat mengabaikan keluhan dari ayah kedua gadis itu pada Selasa malam waktu setempat ketika mereka diketahui telah menghilang.

Tiga polisi dikabarkan telah dipecat sebab tidak mendaftarkan kasus itu ketika kedua gadis tersebut dilaporkan hilang.

Keluarga korban diketahui berasal dari komunitas Dalit, yang dikatakan sebagai komunitas 'tak tersentuh', dan dianggap sebagai yang terendah dalam sistem kasta India kuno.

Data menunjukkan tindak pemerkosaan terjadi saban 22 menit di India, sebuah bangsa dengan populasi penduduk mencapai 1,2 miliar jiwa.

Para ahli mengatakan kaum perempuan sering ditekan oleh keluarga atau polisi untuk tetap diam tentang kekerasan seksual, dan mereka yang melaporkan kasus itu sering mengalami ejekan publik atau stigma sosial.



Wisata Pasir Putih Lhok Mee, Aceh Besar



Aceh Besar, Pasir putih yang menghampar sepanjang pantai dengan air laut yang jernih, sesekali biota laut menampakkan diri, seolah ingin menyapa. Di hamparan kiri ada kumpulan pepohonan yang tak lapuk walaupun akar dan batangnya ditelan lautan.

Pantai ini berada di tepian perbukitan gampong Lamreh, Dusun Lhok Mee, Jalan menuju Krueng Raya, sekitar 30 Km dari Kota Banda Aceh.

Jika Anda berada di sini, pasti Anda akan betah berlama-lama. Alasannya simple saja, pantai bersih, indah dan sangat bersahabat bagi keluarga. Rekreasi keluarga Anda pasti tidak akan membosankan.

Walaupun pantai ini berbatasan langsung dengan Selat Malaka, tetapi pantai ini seperti kolam pemandian besar. Karena tak jauh dari bibir pantai ada batu karang yang memecah ombak. Sehingga ombak yang di hempaskan ke pantai tidak deras dan terbilang aman.

Selain itu pada sisi kiri pantai, bibir pantai ditumbuhi pohon-pohon rindang. Akar dan sebagian batangnya tertanam di pantai yang digenangi air. Di sekitaran pepohonan tersebut, Anda juga bisa manfatkan untuk lokasi pemandian, airnya jernih dan tanpa ombak. Ombak yang datang dihalau oleh pohon dan batu karang yang berada tak jauh dari bibir pantai. Anda bisa mandi laut di bawah rindangnya pepohonan ini. Jadi tidak takut kepanasan lagi.

De Rossi Sedih Ditinggal Montolivo yang Cedera

thumbnail

Bola - Riccardo Montolivo gagal tampil di Piala Dunia karena cedera. Daniele De Rossi pun merasa sedih Italia kehilangan salah satu pemain terbaiknya.

Montolivo mendapat cedera saat Italia melakoni laga ujicoba melawan Republik Irlandia di Craven Cottage, Minggu (1/6/2014) dinihari WIB tadi. Pemain AC Milan itu kesakitan setelah bertabrakan dengan bek Alex Pearce.

Usai pertandingan, hasil pemeriksaan menyebut bahwa Montolivo mengalami retak pada tulang keringnya. Dia pun harus dioperasi dan dipastikan tak bisa memperkuat Gli Azzurri di Brasil.

Apa yang dialami Montolivo disebut De Rossi sebagai sebuah perubahan nasib yang kejam. Dia pun bersimpati untuk mantan pemain Fiorentina itu.

"Hari ini adalah hari yang menyedihkan. Dalam dunia sepakbola, tidak ada yang lebih buruk daripada cedera, khususnya beberapa saat sebelum turnamen yang sudah dinantikan bertahun-tahun. Kehilangan pemain seperti Montolivo, salah satu yang senior, adalah sebuah pukulan," sahut De Rossi seperti dikutip Football Italia.

"Riccardo selalu sangat positif dan orang yang benar dan itu membuat Anda makin menyesal untuknya," lanjut gelandang AS Roma itu.

"Kami bicara kemarin malam dan dia tidak merasa baik. Dia merasakan bagaimana yang akan saya rasakan kalau sesuatu seperti ini terjadi pada saya. Itu berarti Anda harus bicara soal Piala Dunia empat tahun lagi," lanjutnya.

"Empat hari sebelum berangkat ke Brasil, cedera seperti ini seperti mengolok perubahan nasib," kata De Rossi menambahkan.

Relawan Pendukung Jokowi-JK 'Sisingaan' di Depan Jalan Imam Bonjol



Jakarta - Tak dapat memasuki halaman KPU karena dibarikade ratusan polisi tak membuat pendukung Capres Jokowi-JK protes. Ratusan pendukung pasangan capres-cawapres tersebut memilih untuk menghibur diri sambil 'sisingaan'.

Sekitar pukul 14.30 WIB, didominasi warna merah menyala, ratusan pendukung Jokowi-JK menutup total perempatan yang menuju Jalan Imam Bonjol, Minggu (1/6/2014). Diiringi lagu khas Sunda, dua orang perempuan berbaaju pendukung Jokowi-JK duduk di atas sisingaan sambil menari.

Sementara ratusan orang membawa spanduk dukungan berwarna senada beruliskan Jokowi my President, Sahabat Buruh Sahabat Jokowi, Indonesia Damai tanpa Prahara dan sebagainya. Satu pick up berwarna merah dengan speaker besar membuat sisinggaan semakin semarak.

Ratusan polisi membuat barikade mentup akses Jalan Imam Bonjol dari para pendukung kedua capres. Hingga saat ini situasi di lokasi masih terlihat kondusif.

Jokowi Minta Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dihukum Berat



Jakarta - Maraknya kejahatan seksual terhadap anak rupanya membuat Joko Widodo geram. Gubernur DKI Jakarta itu meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Pelecehan dan menyangkut anak di sekolah, hukum seberat-beratnya," kata Jokowi dalam acara Rapimnas PGRI, di Puri Agung Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2014).

Kasus pelecehan seksual terhadap anak belakangan terjadi di beberapa tempat. Di Jakarta, kasus aktual terjadi di Jakarta International School (JIS) beberapa waktu lalu. Sekolah bertaraf internasional dengan letak di Ibu Kota saja bisa kecolongan. Jokowi pun meminta pelaku dihukum berat agar kejadian serupa tak kembali terulang.

"Biar nggak ada yang mengulangi lagi," tuturnya.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak tak hanya di Jakarta, di daerah pun banyak. Sebut saja kasus Emon di Sukabumi dan teranyar adalah 13 bocah SD di Kramat Jati, Jakarta Timur yang diketahui menjadi korban pelecehan seksual teman sepermainannya.
 

Atjeh Justice

Atjeh Justice

Support : Atjeh Justice | Ane Desain | Banda Aceh
Copyright © 2014. ditekcom - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ane Desain
Proudly powered by Blogger